Apa itu Herpes?

Bookmark and Share
herpes
Apa itu Herpes? Herpes adalah salah satu penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berkelompok.Biasanya gelembung-gelembung ini berisi air pada dasar peradangan. 

Terdapat dua macam penyakit herpes, yaitu herpes zoster dan herpes simpleks. 

1.Herpes zoster  
Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella zoster, yaitu virus yang juga menyebabkan cacar air.Tanda penyakit ini berupa munculnya gelembung-gelembung kecil yang tersebar di area punggung, hanya pada satu sisi, dan meliputi daerah persyarafan tertentu. Gelembung - gelembung ini terasa nyeri dan ketika  pecah dapt menimbulkan infeksi oleh bakteri. Penyakit ini bukan penyakit kelamin, dan dapat sembuh sempurna. 

2.Herpes simpleks 
Herpes simpleks disebabkan oleh herpes virus hominis (HVH). Ada dua macam virus HVH ini, yaitu HVH tipe 1 yang dapat menyebabkan herpes labialis dan keratitis, dan  HVH tipe 2 yang menyebabkan penyakit kelamin yang disebut herpes genitalis. Pada herpes labialis, gelembung berisi air biasanaya terdapat di sekitar bibir yang menyebabkan rasa gatal dan panas . Sedangkan pada Herpes keratitis, infeksi virus infeksi virus biasanya mengenai area sekitar kornea mata yang dapat menimbulkan luka. 

Gejala yang ditimbulkan oleh virus herpes genitalis yang ditularkan melalui hubungan seksual ini,biasanya muncul setelah beberapa hari. Misalnya, gatal-gatal dan nyeri di daerah genital, dengan kulit dan selaput lendir yang menjadi merah. Herpes simpleks berkenaan dengan sekelompok virus yang menulari manusia. Serupa dengan herpes zoster, herpes simpleks menyebabkan luka-luka yang sangat sakit pada kulit. Gejala awal biasanya gatal-gatal dan kesemutan/perasaan geli, dan diikuti dengan benjolan yang membuka dan menjadi sangat sakit. Infeksi ini dapat menghilan selama beberapa waktu, kemudian tiba-tiba menjadi aktif kembali tanpa alasan jelas. Virus herpes simpleks tipe 1 adalah penyebab umum untuk luka-luka demam  di area sikitar  mulut. Herpes simpleks-2 biasanya menyebabkan herpes pada kelamin. Namun belakangan diketahui  bahwa virus tipe 1 juga dapat menyebabkan infeksi pada kelamin, begitu pula virus tipe 2 dapat menginfeksikan daerah mulut melalui hubungan seks. 
Infeksi herpes-2 lebih umum pada perempuan sebagai perbandingan kurang lebih 1 dalam 4 perempuan dan 1 dalam 5 laki-laki terinfeksi herpes simpleks-2. Herpes kelamin sangat berpotensi menyebabkan kematian pada bayi yang terinfeksi. Bila seorang perempuan mempunyai herpes kelamin aktif waktu melahirkan, sebaiknya melahirkan dengan bedah caesar. Herpes simpleks paling mungkin kambuh pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ini termasuk orang dengan HIV, dan siapa pun berusia di atas 50 tahun. Para ilmuwan berpendapat bahwa penyakit lebih mungkin kambuh pada orang yang sangat lelah atau mengalami banyak stres. Hubungan Herpes Simpleks dengan HIV Herpes simpleks tidak termasuk infeksi yang mendefinisikan AIDS. Namun orang yang terinfeksi herpes bersama dengan HIV biasanya mengalami jangkitan herpes kambuh lebih sering. Jangkitan ini dapat lebih parah dan bertahan lebih lama dibanding dengan orang HIV-negatif. Luka akibat herpes dapat memberi jalur yang dapat dimanfaatkan HIV untuk melewati pertahanan kekebalan tubuh, sehingga menjadi lebih mudah terinfeksi HIV. Orang yang memiliki penyakit herpes simpleks aktif sebaiknya  berhati-hati ketika melakukan hubungan  seks agar terhindar dari infeksi HIV. Orang dengan HIV dan herpes simpleks bersama juga sebaiknya sangat hati-hati waktu terjangkit herpes aktif. Pada waktu itu, viral load HIV-nya biasanya lebih tinggi, dan hal ini dapat meningkatkan kemungkinan HIV ditularkan pada orang lain. 

(sumber : internet )

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment